Senin, 23 Juli 2012

PENGUJIAN KEMURNIAN BENIH


PENGUJIAN KEMURNIAN BENIH

Tujuan
Tujuan dari pengujian kemurnian benih ialah untuk mengetahui komposisi dari contoh benih yang diuji yang akan mencerminkan komposisi kelompok benih darimana contoh itu diambil dengan cara – cara yang sudah ditentukan.

Dasar Teori
Pada prinsipnya pengujian kemurnian benih di laboratorium adalah melakukan analisa kemurnian fisik  ( berdasarkan identitas yang pernah ditetapkan ) dengan jalan memisahkan contoh benih dalam tiga komponen yaitu : komponen benih murni, benih tanaman lain, dan kotoran benih.
Tanaman Pertanian
Meliputi jenis kultivar / yang diusahakan menurut ketentuan yang berlaku.
Jenis / kultivar yang dianggap sebagai benih murni
Meliputi semua biji – bijian dari suatu jenis / kultivar seperti termaksud, yang beratnya lebih dari 5 % dari berat keseluruhan. Dalam keadaan tertentu jenis / kultivar yang beratnya sama atau kurang dari 5 % dari keseluruhannya dapat dianggap sebagai benih murni, misalnya jenis / kultivar yang dicantumkan dalam label sebagai benih campuran yang beratnya 5 % atau kurang.
a.       Biji muda mengkerut, belah dan rusak
b.      Pecah biji dengan ukuran yang lebih besar dari ½ ukuran aslinya. Dalam hal ini dikenal biji – biji dari Leguminosae, Crusifarea, dan Corifarea, apabila kulit bijinya lepas seluruhnya dianggap sebagai kotoran benih
c.       Biji yang terserang penyakit tetapi apabila bentuknya berubah menjadi Sclerotia atau Smut Balls.
d.      Biji yang telah mulai tumbuh.
e.       Biji dari Cucurbitaceae dan Solanaceae yang terdiri dari kulit biji saja dimana digolongkan pada biji hampa.
f.        Buah hampa ( seed unit ) dari spesies yang termasuk famili seperti di bawah ini  :
1.      Bunga matahari ( Compositae )
2.      Buck Wheat ( Poligonaceae )
3.      Wortel ( Umbiliferae )
4.      Valerian ( Valeriaceae )
5.      Mint ( Labiate )
g.      Semua biji dari rerumputan dimana caryopsis mempunyai endosperma yang berkembang baik yang dapat diketahui  dengan cara ditekan atau diperiksa dengan sinar.
h.      Floret majemuk dan spikelet dari biji seperti tersebut di bawah ini, dimana salah satu atau lebih dari floret tersebut berisi caryopsis, seperti Poapratensis, ( blue grass ), Arrhenatherum elatius, Chloris gayana, Andropogon, Boutolouna, Avena, Hordeum, Dactylis glomerata.

Benih Tanaman Lain
Meliputi biji dari tanaman pertanian yang tidak termasuk jenis / kultivar yang namanya ditentukan pada label.

Kotoran Benih
Meliputi biji dan semua biji dari tanaman pertanian dan rerumputan dan bahan – bahan
a.       Bahan semacam biji dari bahan tanaman lain
-          pecahan biji dengan ukuran sama atau kurang dari ½  ukuran asli
-          biji dari leguminosae dan conifera tanpa kulit biji
b.      Bahan yang merupakan bagian dari biji tetapi tidak termsuk benih murni :
-          biji rusak tanpa lembaga
-          “glumes” atau floreat tanpa lembaga atau endosperm ( biji yang terbentuk belum sempurna ).
c.       Bahan lain yang bukan merupakan bagian dari biji seperti tanah, pasir, batu, batang jerami, nematoda galls dan cendawan.

Bahan dan Alat
1.      Beberapa contoh benih
2.      Spatula
3.      Timbanagan
4.      Cawan petri

Cara Pelaksanaan Pengujian
Contoh Kerja
Berat minimum contoh kerja seperti yang telah ditetapkan dengan beberapa perkecualian seperti diterangkan dalam bab pengambilan contoh benih. Contoh kerja ditimbang dalam satuan gram  dengan tingkat ketelitian sbb :
Berat contoh kerja ( gram )
Jumlah desimal
1
4
1,9 – 9,999
3
10 – 99,9
2
100 – 999,9
1
1000 atau lebih
0

Analis
Analisa kemurnian adalah analisa tunggal. Apabila hendak melakukan analisa ganda maka digunakan 2 x ½ contoh kerja masing – masing diambil secara terpisah.

Pemisahan Komponen
Contoh kerja dipisahkan dalam tiga kelompok yaitu :
1.      Benih murni
2.      Benih tanaman lain
3.      Kotoran benih
Ketiga komponen tersebut masing – masing ditimbang dalam satuan gram dngan tingkat ketelitian sama dengan contoh kerja.

Perhitungan
  1. Berat contoh kerja kurang dari 25 gram, persentase berat dari masing – masing komponen dihitung terhadap total berat semua komponen dan bukan terhadap berat awal contoh kerja. Meskipun demikian, total berat tersebut harus dibandingkan dengan berat awal untuk mengecek adanya kehilangan atau kesalahan lain ( toleransi 1 % ).
  2. Berat contoh kerja lebih besar 25 gram, persentase berat benih tanaman lain, dan kotoran benih dihitung terhadap berat awal contoh kerja. Komponen berat benih murninya tidak perlu ditimbang tapi dihitung dengan mengurangi angka 100 % dengan jumlah persentase berat kedua komponen lainnya.

Hasil dan Pembahasan
Pengujian kemurnian benih kedelai hitam
Berat tanaman lain      : 1 gram
Berat murni                 : 27 gram
Kotoran benih             : 2 gram
Berat contoh kerja       : 30 gram

Perhitungan
Pengujian kemurnian benih kedelai hitam
Berat tanaman lain      x  100              =          1  gr     x          100%               =  3.33 %
Berat contoh kerja                                           30 gr

Kotoran benih             x  100              =          2  gr     x          100%               =  6.67 %
Berat contoh kerja                                           27 gr

Berat murni = 100%  - (3.33 % + 6.67 %)     =  100 %  -  10 %                   =  90 % 

            Untuk melakukan pengujian kemurnian benih perlu diketahui dahulu berat keseluruhan contoh kerja. Hal ini bertujuan agar dapat mengklasifikasikan cara seperti apa yang dipakai pada saat penghitungan kemurnian benih. Setelah menimbang berat conth kerja maka dapat diklasifikasikan berat contoh kerja yang beratnya lebih dari 25 gram dan kurang dari 25 gram.
            Untuk penghitungan berat benih yang kurang dari 25 gram, persentase masing – masing komponen dihitung terhadap total berat semua komponen dan bukan terhadap berat awal contoh kerja sedangkan untuk berat benih yang lebih dari 25 gram, persentase berat benih tanaman lain, dan kotoran benih di hitung terhadap awal contoh kerja. Pada praktikum kali ini benih yang di gunakan adalah benih kedelai hitam dengan berat lebih dari 25 gram di mana berat benih tanaman lain mencapai 1 gram dengan persentase 3.33 % dan berat kotoran lain mencapai 2 gram dengan persentase 6.67 % dan hasilakhir menunjukkan bahwa berat murni benih hanya mencapai 90 %.

Kesimpulan
            Dari hasil praktikum dapat di ambil kesimpulan banwa benih kedelai hitam yang di gunakan dalam praktikum tidak memenuhi syarat karena berat murni benih kurang dari 98 %. Karena terlalu banayak kotoran benih dan benih dari tanaman lain menyebabkan berat murni benih berkurang dan tidak memenuhi persyaratan benih yang berkualitas baik.

Daftar Pustaka
v  Ir. Etty Hesthiati, M. Si, Darmawan Tri Wibowo, SP, James Arman Barata “Pedoman Praktikum Teknologi Benih” Fakultas Pertanian Universitas Nasional 2010.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar